Sabtu, 29 November 2008
Senin, 10 November 2008
43 LAGU-LAGU BARU UPDATE : 10 NOVEMBER 2008
*SAYA MOHON MAAFF KARENA BEBERAPA HARI TELAS MENG-UPDATE LAGU2 TERBARU KARENA KESIBUKAN SAYA BEBERAPA HARI TERAKHIR INI*

1. TaylorSwift-YoureNotSorry
2. alesha_dixon_-_the_boy_does_nothing
3. enrique_iglesias_Ft_Ciara_-_Takin_Back_My_Love
4. Good_Father_-_Soulmate
5. mariah_carey_feat_Brian_-_I_Stay_In_Love__Remix
6. Soul_ID_-_Boogie_Time
7. brandy_-_2nd_thought
8. avenged_sevenfold-until_the_end
9. BOA_-_Eat_You_Up
10. david_archuleta_-_angels
11. enrique_iglesias_Ft_Ciara_-_Takin_Back_My_Love
12. Fannya-FANNYA
13. Good_Father_-_Soulmate
14. Join_Side_-_O_Box_Part_II
15. GoodCharlotte_ft_The_Game-FightSong-remix
16. JessicaSimpson-NeverNotBeautiful
17. Justine_Timberlake_-_Magic
18. keedz_-_stand_on_the_word
19. LennyKravitz-DancinTilDawn
20. LilyAllen-EveryonesAtIt
21. Mahaghita_-_Mengenangku
22. mariah_carey_feat_Brian_-_I_Stay_In_Love__Remix
23. Michael_Learns_to_Rock_-_Eternity_-_05Sweetest_Surprise
24. Marvells_-_Self_Titled_-_03_-_Jatuh_Cinta
25. Miley_Cyrus_-_7_Things
26. Navaz_-_Bumi_Menangis
27. Noah_and_the_Whale_-_5_Years_Time
28. Oppie_Andaresta_-_Deep__OST_Cinta_Setaman
29. Paris_Hilton_-_Paris_For_President
30. Pengantar_Minuman_Racun_-_Judul-Judulan__OST_Cinlok
31. Plain_White_Ts_-_1234__I_Love_You
32. Platonic_-_Kekasih_Bukan_Pacar
33. Pussycat_Dolls__Doll_Domination__-_I_Hate_This_Part
34. Rossa_-_Hey_Ladies
35. SavingAbel-Addicted
36. Saykoji_-_Tak_Sepintar_Kalian
37. Simple_Plan_-_SaveYou
38. Superglad_-_Darah_Muda
39. TaylorSwift-YoureNotSorry
40. the_morning_after_-_dengar_diam-diam
41. theverve-ratherberadioedit
42. Will_Young_-_Changes
43. Yacko__Nsg_-_That_Girl__Bima_Remix
Jumat, 07 November 2008
5 Warga Tala Salapang Ditikam 2 kritis&Tawuran Antar Mahasiswa UMI Makassar,2 kritis
MAKASSAR-- Bentrok senjata tajam bukan saja diperagakan mahasiswa. Jumat pagi (7/11/2008) tadi, bentrokan yang melibatkan sesama warga Perumnas Tidung juga pecah. Dua warga terluka karenanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bentrok sesama warga ini dipicu kejadian beberapa waktu lalu. Ketika itu, seorang warga dipukul oleh warga Tidung 5.
Pagi tadi, si pemukul sebenarnya berniat datang minta maaf. Hanya saja, dia datang bersama 10 rekannya. Situasi pun langsung memanas. Dari caci-maki akhirnya berujung pada bentrok.
Dua warga menjadi korban. Seorang diantaranya bernama Yufnil yang menjadi korban penikaman. Dia pun langsung dilarikan ke RSI Faisal. Kondisinya kini kritis. Seorang warga lagi yang belum diketahui identitasnya.
Usai bentrokan, polisi tiba dan langsung melakukan penyisiran. Polisi menemukan dua bilah samurai di rumah warga. Belum ada satu pun yang ditahan
Lima warga Tala Salapang, Makassar, menjadi korban penikaman, akibat perkelahian di Jl Tidung V, pagi ini.
Kelima korban kini di rawat di Rumah Sakit Islam Faisal. Dari pantauan Tribun, dua korban menderita luka serius karena luka tikaman di bagian perut.
Tim medis tampak sibuk memberikan pertolongan pada korban.(ini Tetangga Gw yg di tikam semuanya n satu kompleks ma gw)
Tawuran Antar Mahasiswa UMI Makassar

Makassar - Tawuran antara sesama mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali terjadi. Dua orang luka parah akibat sabetan senjata tajam dan terkena panah.
Kondisi korban yang belum diketahui namanya itu saat ini dalam keadaan kritis. Dia menjalan perawatan intensif di RS Ibnu Sina yang terletak di depan kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/11/2008).
Ratusan polisi sudah berdatangan dan melerai kedua kelompok yang bertikai. Saat melakukan penyisiran ke dalam kampus, polisi menemukan berbagai senjata tajam dan senjata api rakitan. Senjata-senjata itu digunakan para mahasiswa dalam tawuran.
Tawuran di kampus UMI Makassar ini terjadi antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Polisi menduga, penyebab tawuran adalan dendam lama antara kedua kelompok.
Hingga pukul 16.40 Wita, polisi masih bersiaga di dalam kampus UMI Makassar.
Bentrokan antarmahasiswa di Kota Makassar kembali pecah. Setelah Universitas 45, tawuran yang melibatkan kaum intelek ini terjadi di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) siang kemarin. Meskitidakmenelankorbanjiwa,tawuran yang melibatkan ratusan pemuda ini menyebabkan tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) mengalami luka parah dan dilarikan ke RS Ibnu Sina.
Selain itu, Sekretariat Unit Kegiatan Mapala dibakar sejumlah orang tidak dikenal.Belum diketahui pasti motif pecahnya tawuran itu. Informasi dihimpun SINDO menyebutkan, bentrokan melibatkan mahasiswa FT dan Mapala UMI ini kali pertama terjadi di belakang Gedung Rektorat Kampus Hijau tersebut sekitar pukul 15.30 Wita.
Sejumlah saksi mata menuturkan, insiden yang mencoreng kampus berbasis Islam ini berawal saat sekelompok Mapala berpakaian hitam melakukan pengejaran terhadap beberapa mahasiswa hingga ke gedung FT. Selang beberapa saat,sejumlah mahasiswa lainnya membalas penyerangan tersebut hingga menyebabkan terjadi saling kejar mengejar.
”Saya tidak bisa menghitung berapa mahasiswa yang membawa senjata tajam jenis badik, parang, pistol rakitan, serta papporo (senjata api khas Kota Palopo) karena jumlahnya sangat banyak,”ungkap petugas keamanan Kampus UMI Husein yang ditemui kemarin. Lantaran jumlahnya cukup besar,mahasiswa FT berhasil memukul mundur kelompok Mapala hingga ke Pintu II Kampus UMI.
Dalam pengejaran itu,kedua kubu yang kerap terlibat tawuran ini juga saling menyerang menggunakan batu,balok kayu,panah besi,dan panah kayu. Bentrokan ini tidak hanya berlangsung di dalam kampus, tetapi juga berlangsung di Jalan Urip Sumohardjo,depan universitas yang dijuluki Kampus Hijau tersebut.
Di hadapan ratusan pengguna jalan, kedua kubu yang bertikai tanpa malu-malu mempertontonkan aksi kekerasan. Ketiga korban, yakni Fajrin, Algazali, dan Bom-bom, terkapar di tengah jalan protokol ini dengan bersimbah darah setelah terkena senjata tajam dari Mapala.
Fajrin mengalami luka robek pada kepalanya terkena bacokan parang, sedangkan dua rekannya yang juga mahasiswa FT mengalami luka akibat terkena panah besi pada bagian kepala dan lengannya. ”Ketiganya terkena setelah terlibat duel dengan kelompok Mapala tepat di depan Kantor Pusat Bosowa Group, Jalan Urip Sumoharjo. Setelah itu, terdengar yel-yel ‘hidup Mapala’,” ungkap beberapa saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu, kelompok Mapala ini segera berhamburan meninggalkan TKP setelah melihat korbannya berjatuhan. Mengetahui rekan-rekannya terluka, sekelompok mahasiswa FT kemudian melakukan aksi balas dendam dengan merusak dan membakar sekretariat Mapala yang terletak di samping Aula Al Gibra UMI.
Meski demikian, api yang mulai membesar segera dipadamkan oleh petugas keamanan kampus yang berjaga-jaga di lokasi aksi bentrokan. Insiden berdarah ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang di Jalan Urip Sumohardjo yang merupakan jalur alternatif di Kota Makassar.Gabungan Polresta Makassar Timur dan Polsekta Panakkukang yang tiba di Kampus UMI berhasil menyita puluhan senjata tajam berupa 2 pistol rakitan, 3 buah papporo, parang, badik, puluhan anak panah, serta tombak.
Meski demikian, tidak satu pun mahasiswa yang diamankan ole petugas. Bentrokan ini merupakan buntut adu mulut antara beberapa oknum mahasiswa FT dan Mapala di kantin Kampus UMI, Rabu (5/11) siang lalu. Saat itu,Fajri yang menjadi korban dalam tawuran itu memprotes pemasangan pamflet anggota Mapala di gedung perkuliahannya.
”Isinya sangat memojokkan mahasiswa FT,”kata seorang mahasiswa yang enggan dimintai keterangannya kemarin. Lantaran tidak menerima, akhirnya Fajri dkk terlibat perkelahian dengan sejumlah Mapala.Namun, insiden ini tidak sempat membesar setelah berhasil didamaikan oleh keamanan kampus dan pihak rektorat.
Hanya, siang kemarin bentrokan antara kedua kelompok mahasiswa ini memanas dan menyebabkan tiga korban kritis. Satu unit mobil Toyota Kijang bernomor DD 1191 BC milik mahasiswa ringsek akibat terkena lemparan batu. Wakil Rektor III UMI Mas’ud SAR yang ditemui kemarin cukup menyesalkan terulangnya bentrokan yang menyebabkantigakorbanluka parah itu.
”Sebelumnya,mahasiswa FT dan Mapala sudah dipertemukan dan didamaikan. Insiden ini sangat disayangkan terjadi apalagi harus menelan korban,”ucapnya. Dia menambahkan,pihaknya baru akan menggelar pertemuan khusus dengan rektor, dekan, dosen, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk membahas mengenai buntut tawuran ini.
Mas’ud juga belum bisa memastikan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat. ”Nanti baru bisa ditentukan, soalnya kami akan melakukan pertemuan termasuk membahas, apakah akan ada peliburan kegiatan mahasiswa untuk mencegah bentrokan susulan,” katanya. Hingga tadi malam,suasana di Kampus UMI masih mencekam.
Sejumlah personel kepolisian baik berpakaian seragam dan berpakaian bebas masih berjaga-jaga di sekitar kampus. Sementara, batu dan kayu balok sisa-sisa tawuran masih tampak berhamburan. Wakapolresta Makassar Timur Kompol Muh Ridwan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak rektorat untuk mengusut para pelaku tawuran.
”Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengusut siapa-siapa pelaku tawuran ini. Untuk sementara, sejumlah personel kami siapkan di Kampus UMI,” paparnya didampingi Kapolsekta Panakkukang AKP Satria Vibrianto kemarin. Ridwan menduga,bentrokan tersebut merupakan dendam lama dari kedua kelompok mahasiswa.
Puluhan mahasiswa FT tampak berkumpul di depan UGD RS Ibnu Sina hingga pukul 01.00 Wita tadi malam. Mereka menanti kondisi ketiga rekannya yang menjadi korban dalam tawuran itu. Hanya, kondisi paling kritis dialami Fajrin yang merupakan mahasiswa FT Jurusan Elektro.
Korban dikabarkan belum sadarkan diri setelah mengalami pendarahan serius setelah terkena bacokan parang pada kepalanya. Sedangkan, sejumlah anggota Mapala telah meninggalkan sekretariatnya pascatawuran tersebut untuk menghindari serangan susulan dari mahasiswa FT. Pertikaian antara mahasiswa FT dan Mapala terakhir kali terjadi pada Juni 2008 lalu.
Dalam insiden itu,Fajrin yang menjadi korban pembacokan kemarin juga terkena tikaman pada bagian punggungnya pada lima bulan lalu. pada 2007 lalu, kedua kelompok kaum intelek ini juga terlibat bentrokan dan menyebabkan sejumlah korban luka dan pembakaran sekretariat Mapala.
Tawuran Universitas 45
Pada saat yang bersamaan, puluhan mahasiswa dari dua fakultas berbeda di Universitas 45 juga terlibat tawuran di kampusnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kampus UMI Makassar kemarin. Insiden tersebut melibatkan mahasiswa FT dan Fakultas Hukum (FH) sekitar pukul 16.00 Wita.
Meski tidak menyebabkan korban, bentrokan yang merupakan kali kedua dalam pekan ini kembali terjadi dan saling serang menggunakan batu dan balok kayu. Hal ini membuat kepolisian harus kewalahan untuk menghalau kedua tawuran tersebut. ”Kami terpaksa membagi personel untuk berjaga di Kampus UMI, sementara sebagian lainnya mengamankan di Kampus Universitas 45,” tutur Kapolsekta Panakkukang AKP Satria Vibrianto saat ditemui di lokasi kejadian.
Bentrokan tersebut berlangsung saat pihak rektor mulai mengaktifkan kegiatan perkuliahan di kampusnya setelah sebelumnya diliburkan akibat kasus yang sama. Meski demikian, polisi berhasil menghalau kedua kelompok mahasiswa yang terlibat saling serang di belakang Masjid Agung 45 ini sehingga bentrokan yang lebih besar bisa diredam. Sebelumnya, mahasiswa FT dan FH terjadi pada Senin (3/11) awal pekan lalu. Dalam insiden itu, tiga mahasiswa mengalami luka.
Conformity
Psikologi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar Ismarli Muis menilai, identitas kelompok yang terlalu kuat bisa berimbas pada terjadinya aksi kekerasan antara komunitas,termasuk di lingkungan kampus.Padahal, akar permasalahan bentrok antarfakultas atau organisasi di universitas sebagian besar berawal dari persoalan sepele dari orang per orang.
Menurut dia,pada diri mahasiswa terjadi yang diistilahkan dengan conformity atau rasa memiliki terhadap kelompok yang sangat kuat, sehingga berefek pada pandangan mereka bahwa apa yang berada di luar dari kelompoknya dilihat sebagai bukan bagian dari dirinya dan bisa jadi ancaman.”Pada usia seperti mahasiswa merupakan masa peralihan dari remaja menuju dewasa.Pada masa remaja itu, conformity merupakan isu utama mereka.
Kelompok menjadi hal yang penting,”kata Ismail. Dia mengatakan, dalam penelitian yang pernah dilakukan, ada faktor lingkungan yang mendorong terbentuknya kebersamaan yang bisa dimaknai negatif di kalangan mahasiswa. ”Masa Ospek atau penerimaan mahasiswa baru diutamakan pada pembentukan identitas kelompok mereka.
Terbentuk rasa memiliki yang demikian kuat sehingga menjadi faktor penyebab yang terjadi di beberapa universitas,”katanya. Karena itu, menurut dia, pola kaderisasi di kampus yang harus diubah dan diperbaiki.
Pada awal masuk, identitas yang harus dimunculkan adalah identitas secara universal dan identitas universitas, bukan identitas fakultas atau kelompok tertentu sehingga beberapa kebijakan yang diberikan untuk meredam terjadinya bentrokan bagi kalangan mahasiswa menjadi mentah atau tidak menyelesaikan masalah sampai tuntas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bentrok sesama warga ini dipicu kejadian beberapa waktu lalu. Ketika itu, seorang warga dipukul oleh warga Tidung 5.
Pagi tadi, si pemukul sebenarnya berniat datang minta maaf. Hanya saja, dia datang bersama 10 rekannya. Situasi pun langsung memanas. Dari caci-maki akhirnya berujung pada bentrok.
Dua warga menjadi korban. Seorang diantaranya bernama Yufnil yang menjadi korban penikaman. Dia pun langsung dilarikan ke RSI Faisal. Kondisinya kini kritis. Seorang warga lagi yang belum diketahui identitasnya.
Usai bentrokan, polisi tiba dan langsung melakukan penyisiran. Polisi menemukan dua bilah samurai di rumah warga. Belum ada satu pun yang ditahan
Lima warga Tala Salapang, Makassar, menjadi korban penikaman, akibat perkelahian di Jl Tidung V, pagi ini.
Kelima korban kini di rawat di Rumah Sakit Islam Faisal. Dari pantauan Tribun, dua korban menderita luka serius karena luka tikaman di bagian perut.
Tim medis tampak sibuk memberikan pertolongan pada korban.(ini Tetangga Gw yg di tikam semuanya n satu kompleks ma gw)
Tawuran Antar Mahasiswa UMI Makassar


Makassar - Tawuran antara sesama mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali terjadi. Dua orang luka parah akibat sabetan senjata tajam dan terkena panah.
Kondisi korban yang belum diketahui namanya itu saat ini dalam keadaan kritis. Dia menjalan perawatan intensif di RS Ibnu Sina yang terletak di depan kampus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/11/2008).
Ratusan polisi sudah berdatangan dan melerai kedua kelompok yang bertikai. Saat melakukan penyisiran ke dalam kampus, polisi menemukan berbagai senjata tajam dan senjata api rakitan. Senjata-senjata itu digunakan para mahasiswa dalam tawuran.
Tawuran di kampus UMI Makassar ini terjadi antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Polisi menduga, penyebab tawuran adalan dendam lama antara kedua kelompok.
Hingga pukul 16.40 Wita, polisi masih bersiaga di dalam kampus UMI Makassar.
Bentrokan antarmahasiswa di Kota Makassar kembali pecah. Setelah Universitas 45, tawuran yang melibatkan kaum intelek ini terjadi di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) siang kemarin. Meskitidakmenelankorbanjiwa,tawuran yang melibatkan ratusan pemuda ini menyebabkan tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) mengalami luka parah dan dilarikan ke RS Ibnu Sina.
Selain itu, Sekretariat Unit Kegiatan Mapala dibakar sejumlah orang tidak dikenal.Belum diketahui pasti motif pecahnya tawuran itu. Informasi dihimpun SINDO menyebutkan, bentrokan melibatkan mahasiswa FT dan Mapala UMI ini kali pertama terjadi di belakang Gedung Rektorat Kampus Hijau tersebut sekitar pukul 15.30 Wita.
Sejumlah saksi mata menuturkan, insiden yang mencoreng kampus berbasis Islam ini berawal saat sekelompok Mapala berpakaian hitam melakukan pengejaran terhadap beberapa mahasiswa hingga ke gedung FT. Selang beberapa saat,sejumlah mahasiswa lainnya membalas penyerangan tersebut hingga menyebabkan terjadi saling kejar mengejar.
”Saya tidak bisa menghitung berapa mahasiswa yang membawa senjata tajam jenis badik, parang, pistol rakitan, serta papporo (senjata api khas Kota Palopo) karena jumlahnya sangat banyak,”ungkap petugas keamanan Kampus UMI Husein yang ditemui kemarin. Lantaran jumlahnya cukup besar,mahasiswa FT berhasil memukul mundur kelompok Mapala hingga ke Pintu II Kampus UMI.
Dalam pengejaran itu,kedua kubu yang kerap terlibat tawuran ini juga saling menyerang menggunakan batu,balok kayu,panah besi,dan panah kayu. Bentrokan ini tidak hanya berlangsung di dalam kampus, tetapi juga berlangsung di Jalan Urip Sumohardjo,depan universitas yang dijuluki Kampus Hijau tersebut.
Di hadapan ratusan pengguna jalan, kedua kubu yang bertikai tanpa malu-malu mempertontonkan aksi kekerasan. Ketiga korban, yakni Fajrin, Algazali, dan Bom-bom, terkapar di tengah jalan protokol ini dengan bersimbah darah setelah terkena senjata tajam dari Mapala.
Fajrin mengalami luka robek pada kepalanya terkena bacokan parang, sedangkan dua rekannya yang juga mahasiswa FT mengalami luka akibat terkena panah besi pada bagian kepala dan lengannya. ”Ketiganya terkena setelah terlibat duel dengan kelompok Mapala tepat di depan Kantor Pusat Bosowa Group, Jalan Urip Sumoharjo. Setelah itu, terdengar yel-yel ‘hidup Mapala’,” ungkap beberapa saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu, kelompok Mapala ini segera berhamburan meninggalkan TKP setelah melihat korbannya berjatuhan. Mengetahui rekan-rekannya terluka, sekelompok mahasiswa FT kemudian melakukan aksi balas dendam dengan merusak dan membakar sekretariat Mapala yang terletak di samping Aula Al Gibra UMI.
Meski demikian, api yang mulai membesar segera dipadamkan oleh petugas keamanan kampus yang berjaga-jaga di lokasi aksi bentrokan. Insiden berdarah ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang di Jalan Urip Sumohardjo yang merupakan jalur alternatif di Kota Makassar.Gabungan Polresta Makassar Timur dan Polsekta Panakkukang yang tiba di Kampus UMI berhasil menyita puluhan senjata tajam berupa 2 pistol rakitan, 3 buah papporo, parang, badik, puluhan anak panah, serta tombak.
Meski demikian, tidak satu pun mahasiswa yang diamankan ole petugas. Bentrokan ini merupakan buntut adu mulut antara beberapa oknum mahasiswa FT dan Mapala di kantin Kampus UMI, Rabu (5/11) siang lalu. Saat itu,Fajri yang menjadi korban dalam tawuran itu memprotes pemasangan pamflet anggota Mapala di gedung perkuliahannya.
”Isinya sangat memojokkan mahasiswa FT,”kata seorang mahasiswa yang enggan dimintai keterangannya kemarin. Lantaran tidak menerima, akhirnya Fajri dkk terlibat perkelahian dengan sejumlah Mapala.Namun, insiden ini tidak sempat membesar setelah berhasil didamaikan oleh keamanan kampus dan pihak rektorat.
Hanya, siang kemarin bentrokan antara kedua kelompok mahasiswa ini memanas dan menyebabkan tiga korban kritis. Satu unit mobil Toyota Kijang bernomor DD 1191 BC milik mahasiswa ringsek akibat terkena lemparan batu. Wakil Rektor III UMI Mas’ud SAR yang ditemui kemarin cukup menyesalkan terulangnya bentrokan yang menyebabkantigakorbanluka parah itu.
”Sebelumnya,mahasiswa FT dan Mapala sudah dipertemukan dan didamaikan. Insiden ini sangat disayangkan terjadi apalagi harus menelan korban,”ucapnya. Dia menambahkan,pihaknya baru akan menggelar pertemuan khusus dengan rektor, dekan, dosen, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk membahas mengenai buntut tawuran ini.
Mas’ud juga belum bisa memastikan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat. ”Nanti baru bisa ditentukan, soalnya kami akan melakukan pertemuan termasuk membahas, apakah akan ada peliburan kegiatan mahasiswa untuk mencegah bentrokan susulan,” katanya. Hingga tadi malam,suasana di Kampus UMI masih mencekam.
Sejumlah personel kepolisian baik berpakaian seragam dan berpakaian bebas masih berjaga-jaga di sekitar kampus. Sementara, batu dan kayu balok sisa-sisa tawuran masih tampak berhamburan. Wakapolresta Makassar Timur Kompol Muh Ridwan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak rektorat untuk mengusut para pelaku tawuran.
”Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengusut siapa-siapa pelaku tawuran ini. Untuk sementara, sejumlah personel kami siapkan di Kampus UMI,” paparnya didampingi Kapolsekta Panakkukang AKP Satria Vibrianto kemarin. Ridwan menduga,bentrokan tersebut merupakan dendam lama dari kedua kelompok mahasiswa.
Puluhan mahasiswa FT tampak berkumpul di depan UGD RS Ibnu Sina hingga pukul 01.00 Wita tadi malam. Mereka menanti kondisi ketiga rekannya yang menjadi korban dalam tawuran itu. Hanya, kondisi paling kritis dialami Fajrin yang merupakan mahasiswa FT Jurusan Elektro.
Korban dikabarkan belum sadarkan diri setelah mengalami pendarahan serius setelah terkena bacokan parang pada kepalanya. Sedangkan, sejumlah anggota Mapala telah meninggalkan sekretariatnya pascatawuran tersebut untuk menghindari serangan susulan dari mahasiswa FT. Pertikaian antara mahasiswa FT dan Mapala terakhir kali terjadi pada Juni 2008 lalu.
Dalam insiden itu,Fajrin yang menjadi korban pembacokan kemarin juga terkena tikaman pada bagian punggungnya pada lima bulan lalu. pada 2007 lalu, kedua kelompok kaum intelek ini juga terlibat bentrokan dan menyebabkan sejumlah korban luka dan pembakaran sekretariat Mapala.
Tawuran Universitas 45
Pada saat yang bersamaan, puluhan mahasiswa dari dua fakultas berbeda di Universitas 45 juga terlibat tawuran di kampusnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kampus UMI Makassar kemarin. Insiden tersebut melibatkan mahasiswa FT dan Fakultas Hukum (FH) sekitar pukul 16.00 Wita.
Meski tidak menyebabkan korban, bentrokan yang merupakan kali kedua dalam pekan ini kembali terjadi dan saling serang menggunakan batu dan balok kayu. Hal ini membuat kepolisian harus kewalahan untuk menghalau kedua tawuran tersebut. ”Kami terpaksa membagi personel untuk berjaga di Kampus UMI, sementara sebagian lainnya mengamankan di Kampus Universitas 45,” tutur Kapolsekta Panakkukang AKP Satria Vibrianto saat ditemui di lokasi kejadian.
Bentrokan tersebut berlangsung saat pihak rektor mulai mengaktifkan kegiatan perkuliahan di kampusnya setelah sebelumnya diliburkan akibat kasus yang sama. Meski demikian, polisi berhasil menghalau kedua kelompok mahasiswa yang terlibat saling serang di belakang Masjid Agung 45 ini sehingga bentrokan yang lebih besar bisa diredam. Sebelumnya, mahasiswa FT dan FH terjadi pada Senin (3/11) awal pekan lalu. Dalam insiden itu, tiga mahasiswa mengalami luka.
Conformity
Psikologi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar Ismarli Muis menilai, identitas kelompok yang terlalu kuat bisa berimbas pada terjadinya aksi kekerasan antara komunitas,termasuk di lingkungan kampus.Padahal, akar permasalahan bentrok antarfakultas atau organisasi di universitas sebagian besar berawal dari persoalan sepele dari orang per orang.
Menurut dia,pada diri mahasiswa terjadi yang diistilahkan dengan conformity atau rasa memiliki terhadap kelompok yang sangat kuat, sehingga berefek pada pandangan mereka bahwa apa yang berada di luar dari kelompoknya dilihat sebagai bukan bagian dari dirinya dan bisa jadi ancaman.”Pada usia seperti mahasiswa merupakan masa peralihan dari remaja menuju dewasa.Pada masa remaja itu, conformity merupakan isu utama mereka.
Kelompok menjadi hal yang penting,”kata Ismail. Dia mengatakan, dalam penelitian yang pernah dilakukan, ada faktor lingkungan yang mendorong terbentuknya kebersamaan yang bisa dimaknai negatif di kalangan mahasiswa. ”Masa Ospek atau penerimaan mahasiswa baru diutamakan pada pembentukan identitas kelompok mereka.
Terbentuk rasa memiliki yang demikian kuat sehingga menjadi faktor penyebab yang terjadi di beberapa universitas,”katanya. Karena itu, menurut dia, pola kaderisasi di kampus yang harus diubah dan diperbaiki.
Pada awal masuk, identitas yang harus dimunculkan adalah identitas secara universal dan identitas universitas, bukan identitas fakultas atau kelompok tertentu sehingga beberapa kebijakan yang diberikan untuk meredam terjadinya bentrokan bagi kalangan mahasiswa menjadi mentah atau tidak menyelesaikan masalah sampai tuntas.
Kamis, 06 November 2008
Tabe' Community Opening Blog
Akhirnya Tabe' (Tala'salapang Bersatu) Community membuat tempat ngumpul di dunia maya dengan meluncurkan Blog-nya yang teranyar,Buat teman-teman silahkan bergabung dengan mengirim profil plus fotonya di email : must_youdie@yahoo.com

(Tes Posting Mas....)


(Tes Posting Mas....)
Langganan:
Komentar (Atom)